Tuesday, May 19, 2015

Kini Tes DNA Cukup Rp1 Juta

Kini Tes DNA Cukup Rp1 Juta
Data DNA mungkinkan kita selidiki asal-usul atau penyakit bawaan
Rabu, 12 Desember 2012 | 08:56 WIB
Oleh : Arfi Bambani Amri
Kini Tes DNA Cukup Rp1 Juta
Neil Schwartzman dan Jolie Pearl saat reuni (www.23andMe.com)

VIVAnews - Suatu hari di bulan Mei 2011, Neil Schwartzman menerima sebuah e-mail dari orang yang sama sekali tak dikenalinya. "Hai," kata orang itu. "Aku berpikir kamu adalah saudara laki-lakiku," katanya.

Jelas Schwartzman, warga negara Kanada yang aktif di lembaga swadaya masyarakat memerangi e-mail sampah itu, meragukan e-mail ini. Dia termenung, mengingat lagi masa lalunya yang diangkat anak oleh keluarganya saat ini. Dia tahu, dia diadopsi di usia 10 hari, tanpa pernah tahu siapa ibu kandungnya.

Meski pria berusia 50 tahun ini mencintai keluarga angkatnya, namun dia penasaran dengan masa lalunya. Dia pernah menelusuri data adopsi, akte kelahiran atau bahkan nama dari ibu kandungnya. "Namun tak ada yang ditemukan," katanya.

Adopsi di tahun 1960 memang tak perlu banyak catatan. Akhirnya, sampai 1990-an akhir, dia menyerah untuk mencari keluarga kandungnya. Namun sebelum benar-benar menyerah, tiga tahun lalu, dia mendaftar menjadi anggota 23andMe, sebuah perusahaan yang melakukan pencatatan dan penganalisisan DNA. Pertimbangannya bukan mencari anggota keluarga, tapi untuk mengetahui apakah ada penyakit bawaan di DNA-nya.

Sampai tiga tahun kemudian e-mail misterius itu datang. Seorang perempuan dari California, Amerika Serikat, berusia 53 tahun, Jolie Pearl, menghubunginya melalui e-mail. Mei 2011, Pearl yang ikut 23andMe penasaran untuk mengetahui apakah ada saudara dekatnya di suatu tempat.

Dan 23andMe langsung mengaitkan DNA-nya dengan DNA Schwartzman: "seorang yang diprediksi saudara". "Saya kira itu hanya sebuah kesalahan atau memang saudara tiri saya," kata Pearl.

Keesokannya, Pearl pun bertanya pada teman baik ibunya, apakah dia memiliki saudara laki-laki. Dan teman ibunya itu menjawab, "ya, kamu akan ingin tahu mengenainya." Rupanya, hanya tiga orang yang tahu Pearl memiliki adik laki-laki yang diserahkan ke orang lain untuk diadopsi karena kesulitan yang dialami ibunya karena harus membesarkan dua anak sekaligus.

Dan Pearl yang awalnya marah namun kemudian senang dengan fakta itu, kemudian menghubungi Schwartzman. Singkat cerita, Schwartzman terbang ke California untuk bertemu. Belakangan, mereka juga mengetes DNA ayah kandung Pearl yang ternyata juga identik dengan Schwartzman sehingga dipastikan mereka berdua saudara kandung.

"Ini lebih dari mengagumkan," kata Neil Schwartzman. "Saya tak bisa bilang betapa bersyukurnya saya karena 23andMe memfasilitasi ini," katanya.

Cek DNA Lebih Murah

Banyaknya kisah sukses 23andMe ini mengundang banyak investor baru datang. Selasa 11 Desember 2012, Yuri Milner yang juga berinvestasi di Facebook dan Zynga, sebagaimana juga pendiri Google Sergey Brin menggelontorkan dana investasi baru US$50 juta untuk perusahaan yang dipimpin Anne Wojcicki ini.

Investasi baru ini diharapkan bisa meningkatkan pelanggan 23andMe sampai satu juta dari saat ini 180 ribu orang, dan mengurangi harga perangkat tes dari US$299 menjadi US$99 atau kurang dari Rp1 juta. Dengan jangkauan itu, 23andMe bisa memberikan landasan pada periset-periset di seluruh dunia untuk penemuan berarti. 

"Komunitas satu juta orang yang terikat aktif akan ditransformasikan untuk riset," kata Wojcicki. "Sebuah komunitas dengan magnitudo ini akan meningkatkan kemampuan periset menjawab secara cepat pertanyaan mengenai fungsi genetika dan peran faktor lingkungan. Sebagai tambahan, akan membuat periset memahami manfaat pengobatan dan efek sampingnya, baik pengobatan yang ada hari ini atau yang masih dikembangkan."

23andMe, Inc. adalah perusahaan genetika terkemuka yang berupaya menolong orang-orang memahami genetika mereka sendiri melalui teknologi analisis DNA dan perangkat interaktif berbasis web. Personal Genome Service® perusahaan ini memungkinkan orang-orang untuk masuk lebih dalam ke asal-usul dan bawaan genetika yang mereka warisi. 

Perusahaan ini didirikan pada tahun 2006, dengan penasihat sejumlah pakar di bidang genetika manusia, bioinformatika dan ilmu komputer. Informasi lebih banyak mengenai perusahaan ini bisa dilihat di www.23andme.com.


Sumber:
http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/374235-kini-tes-dna-cukup-rp1-juta

No comments:

Post a Comment