Monday, May 18, 2015

Kota Internasional Purbakala Basemah Pagar Alam, Sumatra Selatan

Kota Internasional Purbakala Basemah Pagar Alam, Sumatra Selatan

>> Kota Internasional Purbakala…
Di wilayah sekitar Gunung Dempo Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang dikenal sebagai daerah Besemah, ditemukan berbagai benda arkeologi.
Dari temuan-temuan arkeologis menunjukkan wilayah ini, ribuan tahun yang silam telah didiami manusia dari berbagai ras di dunia.
Temuan-temuan itu, antara lain :
1. Pada seni pahat Besemah muncul gejalah pengaruh budaya Eropa (Yunani) seperti dalam pahatan (goresan) di situs megalitik Tegurwangi Lame terdapat figur tokoh-tokoh yang di gambarkan dengan tutup kepala yang berumbai-rumbai dan hiasan dalam bentuk bulatan-bulatan yang menyerupai perlengkapan pakaian serdadu Romawi.
2. Pada arca –arca megalit Besemah di pulaupagung (Sekendal ),Tajungsiri, Muaradue gumay ulu ,dan lain- lain tertdapat pahatan yang menggambarkan pakaian ponco yang di gunakan oleh suku-suku bangsa di Amerika.Sementara pada bagian kaki ,ada pahatan–pahatan yang menggambarkan penutup kaki yang oleh R.P Soejono dikatakan kaos kaki
3. Arca-arca megalitik di Besemah banyak yang digambarkan mengenakan pelengkap pakaian, seperti adanya pahatan nekara perunggu, belati atau pedang. Pahatan ini menggambarkan alat-alat kelengkapan hidup yang pada awalnya dimiliki oleh orang-orang yang tinggal di daerah Dong-son, Vietnam (Soejono, 1982-1983;Gildern, 1945).
4. Adanya pengaruh luar khususnya dari segi bentuk tubuh (fisik) arca-arca megalitik, yang seolah-olah menggambarkan bentuk prototif orang Negro, dengan ciri-ciri hidung pesek dan bibir tebal. Dalam temuan terakhir di situs Kute-ghaye, ada arca yang dipahatkan berambut keriting yang digambarkan dengan bentuk melingkar.
Selain itu, dalam legenda masyarakat Besemah diceritakan tentang keberadaan berbagai ras, yang pernah mendiami wilayah itu, yang diyakini sebagai leluhur mereka, yaitu :
Jeme Kam-kam, jeme Nik dan jeme Nuk, jeme Ducung, jeme Aking,dan jeme Rebakau, jeme Sebakas ; jeme Rejang dan jeme Berige.
Dengan ciri secara fisik :
1. Jeme Nik dan jeme Nuk memiliki badan yang tinggi besar, hidung
mancung, dan kulit putih kemerahan.
2. Jeme Ducung perawakan tubuknya kecil, pendek tetapi memiliki kelincahan.
3. Jeme Aking juga tinggi besar, kekar, kulitnya merah keputihan, dan memiliki pendirian yang keras.
4. Jeme Rebakau berperawakan sedang.
5. Jeme Sebakas postur tubuhnya seperti orang-orang Melayu sekarang. Demikian pula jeme Rejang dan jeme Berige tidak jauh beda dengan jeme Sebakas.
Wilayah Dekat Nyai Ageng Gagak Pertala
>> Kota Internasional Purbakala…
Di wilayah sekitar Gunung Dempo Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang dikenal sebagai daerah Besemah, ditemukan berbagai benda arkeologi.
Dari temuan-temuan arkeologis menunjukkan wilayah ini, ribuan tahun yang silam telah didiami manusia dari berbagai ras di dunia.
Temuan-temuan itu, antara lain :
1. Pada seni pahat Besemah muncul gejalah pengaruh budaya Eropa (yunani) seperti dalam pahatan (goresan)di situs megalitik Tegurwangi Lame terdapat figur tokoh-tokoh yang di gambarkan dengan tutup kepala yang berumbai-rumbai dan hiasan dalam bentuk bulatan-bulatan yang menyerupai perlengkapan pakaian serdadu Romawi.
2. Pada arca –arcamegalit Besemah di pulaupagung (Sekendal ),Tajungsiri, Muaradue gumay ulu ,dan lain- lain tertdapat pahatan yang menggambarkan pakaian ponco yang di gunakan oleh suku-suku bangsa di Amerika.Sementara pada bagian kaki ,ada pahatan–pahatan yang menggambarkan penutup kaki yang oleh R.P Soejono dikatakan kaos kaki
3. Arca-arca megalitik di Besemah banyak yang digambarkan mengenakan pelengkap pakaian, seperti adanya pahatan nekara perunggu, belati atau pedang. Pahatan ini menggambarkan alat-alat kelengkapan hidup yang pada awalnya dimiliki oleh orang-orang yang tinggal di daerah Dong-son, Vietnam (Soejono, 1982-1983;Gildern, 1945).
4. Adanya pengaruh luar khususnya dari segi bentuk tubuh (fisik) arca-arca megalitik, yang seolah-olah menggambarkan bentuk prototif orang Negro, dengan ciri-ciri hidung pesek dan bibir tebal. Dalam temuan terakhir di situs Kute-ghaye, ada arca yang dipahatkan berambut keriting yang digambarkan dengan bentuk melingkar.
Selain itu, dalam legenda masyarakat Besemah diceritakan tentang keberadaan berbagai ras, yang pernah mendiami wilayah itu, yang diyakini sebagai leluhur mereka, yaitu :
Jeme Kam-kam, jeme Nik dan jeme Nuk, jeme Ducung, jeme Aking,dan jeme Rebakau, jeme Sebakas ; jeme Rejang dan jeme Berige.
Dengan ciri secara fisik :
1. Jeme Nik dan jeme Nuk memiliki badan yang tinggi besar, hidung
mancung, dan kulit putih kemerahan.
2. Jeme Ducung perawakan tubuknya kecil, pendek tetapi memiliki kelincahan.
3. Jeme Aking juga tinggi besar, kekar, kulitnya merah keputihan, dan memiliki pendirian yang keras.
4. Jeme Rebakau berperawakan sedang.
5. Jeme Sebakas postur tubuhnya seperti orang-orang Melayu sekarang. Demikian pula jeme Rejang dan jeme Berige tidak jauh beda dengan jeme Sebakas.
>> Kota Internasional Purbakala... Di wilayah sekitar Gunung Dempo Pagar Alam, Sumatera Selatan, yang dikenal sebagai daerah Besemah, ditemukan berbagai benda arkeologi. Dari temuan-temuan arkeologis menunjukkan wilayah ini, ribuan tahun yang silam telah didiami manusia dari berbagai ras di dunia. Temuan-temuan itu, antara lain : 1. Pada seni pahat Besemah muncul gejalah pengaruh budaya Eropa (yunani) seperti dalam pahatan (goresan)di situs mengelitik Tegurwangi Lame terdapat took-toko yang di gambarkan dengan tutup kepala yang berumbai-rumbai dan hiasan dalam bentuk bulatan-bulatan yang menyerupai perlengkapan pakaian serdadu Romawi. 2. Pada acara –acara megalit Besemah di pulaupagung (Sekendal ),Tajungsiri, Muaradue gumay ulu ,dan lain- lain tertdapat pahatan yang menggambarkan pakaian ponco yang di gunakan oleh suku-suku bangsa di Amerika.Sementara pada bagian kaki ,ada pahatan–pahatan yang menggambarkan penutup kaki yang oleh R.P Soejono dikatakan kaos kaki 3. Arca-arca megalitik di Besemah banyak yang digambarkan mengenakan pelengkap pakaian, seperti adanya pahatan nekara perunggu, belati atau pedang. Pahatan ini menggambarkan alat-alat kelengkapan hidup yang pada awalnya dimiliki oleh orang-orang yang tinggal di daerah Dong-son, Vietnam (Soejono, 1982-1983;Gildern, 1945). 4. Adanya pengaruh luar khususnya dari segi bentuk tubuh (fisik) arca-arca megalitik, yang seolah-olah menggambarkan bentuk prototif orang Negro, dengan ciri-ciri hidung pesek dan bibir tebal. Dalam temuan terakhir di situs Kute-ghaye, ada arca yang dipahatkan berambut keriting yang digambarkan dengan bentuk melingkar. Selain itu, dalam legenda masyarakat Besemah diceritakan tentang keberadaan berbagai ras, yang pernah mendiami wilayah itu, yang diyakini sebagai leluhur mereka, yaitu : Jeme Kam-kam, jeme Nik dan jeme Nuk, jeme Ducung, jeme Aking,dan jeme Rebakau, jeme Sebakas ; jeme Rejang dan jeme Berige. Dengan ciri secara fisik : 1. Jeme Nik dan jeme Nuk memiliki badan yang tinggi besar, hidung mancung, dan kulit putih kemerahan. 2. Jeme Ducung perawakan tubuknya kecil, pendek tetapi memiliki kelincahan. 3. Jeme Aking juga tinggi besar, kekar, kulitnya merah keputihan, dan memiliki pendirian yang keras. 4. Jeme Rebakau berperawakan sedang. 5. Jeme Sebakas postur tubuhnya seperti orang-orang Melayu sekarang. Demikian pula jeme Rejang dan jeme Berige tidak jauh beda dengan jeme Sebakas.


Sumber:
https://ahmadsamantho.wordpress.com/2013/10/29/kota-internasional-purbakala-basemah-pagar-alam-sumatra-selatan/


No comments:

Post a Comment