Monday, May 18, 2015

Seberapa Akuratkah Tes DNA?

Seberapa Akuratkah Tes DNA?

Benarkan tes yang bertujuan untuk mendapatkan identifikasi seseorang ini akurat 100%?
Selasa, 11 Agustus 2009 | 12:11 WIB
Oleh : Petti Lubis
Seberapa Akuratkah Tes DNA?
 (doc Corbis)

Tes yang bertujuan untuk mendapatkan identifikasi seseorang dapat dilakukan dengan berbagai alasan. Seperti, membantu kasus kriminal atau hukum (masalah forensik seperti identifikasi korban yang telah hancur).

Selain itu, tes DNA juga diperlukan untuk mengetahui hubungan biologis antar individu dalam sebuah keluarga. Misalnya dalam kasus perwalian anak atau adopsi. Dalam hal ini  tes DNA dilakukan untuk menentukan apakah seorang pria atau wanita adalah orang tua biologis dari seorang anak. 

Lantas, apakah sebenarnya tes DNA itu? Lembaga Biologi Molekul Eijkman mendefinisikan DNA adalah materi genetik yang membawa informasi yang dapat diturunkan. Tes DNA adalah sebuah metode identifikasi fragmen dari asam deoksiribonukleat, atau DNA itu sendiri. DNA merupakan materi genetik yang bisa kita temukan dalam inti sel mahluk hidup (nukleus). Pada manusia, rantai DNA berbentuk struktur kelompok yang disebut kromosom. Dengan pengecualian orang yang kembar, DNA setiap orang pasti berbeda. Unik, tepatnya. 

Pelacakan DNA ini biasanya akan diawali dengan ekstraksi sampel DNA dari cairan atau lapisan tubuh seperti rambut, darah, saliva, kuku atau sperma. Sampel ini kemudian disegmentasikan menggunakan enzim, dan disusun menggunakan proses yang disebut elektroforesis. Sampel kemudian ditandai dengan film X-Ray, dimana kemudian sampel DNA yang sedang diuji akan menunjukkan pola garis-garis hitam—jejak DNA. Jika jejak DNA yang dihasilkan dari 2 orang bersamaan, maka kemungkinan sampel ini berasal dari orang yang sama.

DNA yang biasa digunakan dalam tes ada dua yaitu DNA mitokondria dan DNA inti sel. Perbedaan kedua DNA ini hanyalah terletak pada lokasi DNA tersebut berada dalam sel, yang satu dalam inti sel sehingga disebut DNA inti sel, sedangkan yang satu terdapat di mitokondria dan disebut DNA mitokondria. 

Untuk tes DNA, sebenarnya sampel DNA yang paling akurat digunakan dalam tes adalah DNA inti sel karena inti sel tidak bisa berubah. DNA dalam mitokondria dapat berubah karena berasal dari garis keturunan ibu yang dapat berubah seiring dengan perkawinan keturunannya. 

Sebagai contoh untuk sampel sperma dan rambut. Yang paling penting diperiksa adalah kepala spermatozoanya karena didalamnya terdapat DNA inti, sedangkan untuk potongan rambut yang paling penting diperiksa adalah akar rambutnya. Tetapi karena keunikan dari pola pewarisan DNA mitokondria menyebabkan DNA mitokondria dapat dijadikan sebagai penanda untuk tes DNA dalam upaya mengidentifikasi hubungan kekerabatan secara maternal.

Untuk akurasi kebenaran dari tes DNA hampir mencapai 100% akurat. Adanya kesalahan bahwa kemiripan pola DNA bisa terjadi secara random (kebetulan) sangat kecil kemungkinannya, mungkin satu diantara satu juta. Jikapun terdapat kesalahan itu disebabkan oleh faktor human error terutama pada kesalahan interprestasi fragmen-fragmen DNA oleh operator (manusia). Tetapi dengan menerapkan standard of procedur yang tepat kesalahan human error dapat diminimalisir atau bahkan ditiadakan.


Sumber:
http://life.viva.co.id/news/read/81896-seberapa_akuratkah_tes_dna_

No comments:

Post a Comment